Lampung DIFa TV – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong penguatan sektor pariwisata, industri, dan UMKM saat menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI yang dipimpin Saleh Partaonan Daulay di Kantor Gubernur Lampung. Dalam pertemuan itu, Gubernur menegaskan ekonomi daerah masih bertumpu pada sektor pertanian, dengan mayoritas masyarakat menggantungkan hidup pada komoditas padi, jagung, dan singkong, di tengah keterbatasan anggaran serta kebutuhan infrastruktur yang tinggi.
Meski demikian, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan ekonomi Lampung tercatat mencapai 5,28 persen, tingkat kemiskinan menurun menjadi 9,6 persen, inflasi terkendali di angka 1,25 persen, serta Nilai Tukar Petani meningkat. Pemerintah provinsi juga terus mendorong hilirisasi industri dari potensi komoditas yang besar, sekaligus merancang pengembangan lima kawasan industri guna meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
Di sektor pariwisata, kunjungan wisatawan mengalami lonjakan signifikan, meski masih dihadapkan pada tantangan rendahnya lama tinggal dan tingkat belanja. Sementara itu, sektor UMKM yang didominasi pelaku perempuan terus diperkuat, meski menghadapi kendala pada keseragaman produk dan kapasitas produksi. Pemerintah daerah pun mengusulkan berbagai dukungan kepada DPR RI, mulai dari pembangunan kawasan industri hingga penguatan ekonomi kreatif dan UMKM.
Komisi VII DPR RI mengapresiasi capaian pembangunan di Lampung dan menilai adanya dinamika positif dalam satu setengah tahun terakhir. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim menegaskan pentingnya pengembangan kawasan industri, KEK pariwisata, serta pembentukan agregator UMKM agar mampu bersaing hingga pasar ekspor, termasuk dorongan hilirisasi komoditas singkong sebagai potensi unggulan daerah.







