INFORMASI
DIFa TV Terbit Sejak 1 Agustus 2004 - DIFa TV Merupakan Media Siber Online dan Koran Cetak. Kantor Redaksi DIFA TV Berada Di Jalan Sultan Agung, Gang Perdana Jaya, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Lampung.

Pemprov Lampung dan OJK Perkuat Ekonomi Hijau Lewat Pembiayaan Karbon

Sumber: ADPIM
Editor: Redaksi DIFa TV Lampung

BANDARLAMPUNG DIFa TV – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Kehutanan dan OJK dalam pengembangan pembiayaan karbon sektor kehutanan. Lampung ditetapkan sebagai proyek percontohan nasional Nilai Ekonomi Karbon (NEK) Perhutanan Sosial.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pembiayaan Karbon Sektor Kehutanan di Grand Mercure Bandar Lampung, Kamis (7/5/2026Marindo mengatakan Lampung diharapkan menjadi contoh pengelolaan kehutanan yang mampu menyatukan agenda lingkungan, ekonomi, dan sosial secara berkelanjutan.

Menurutnya, FGD tersebut penting karena mempertemukan regulator, pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan lembaga keuangan untuk membahas kelestarian hutan sekaligus nilai ekonominya.

Ia menyebut dunia saat ini bergerak menuju ekonomi hijau dengan sistem perdagangan karbon sebagai bagian dari upaya menahan perubahan iklim global.
Marindo menambahkan, sektor kehutanan memiliki peran strategis dalam pencapaian target Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

Lampung dinilai memiliki potensi besar melalui kawasan hutan lindung, konservasi, perhutanan sosial, dan keanekaragaman hayati yang tinggi sebagai aset ekologis bernilai ekonomi.

Menurutnya, pembiayaan karbon membuka peluang baru karena kemampuan hutan menyerap karbon dapat diterjemahkan menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan dan terukur.

Namun, ia mengakui pembangunan proyek karbon tidak mudah karena membutuhkan tahapan mulai dari identifikasi lahan, pengukuran stok karbon, verifikasi hingga skema perdagangan karbon.

Sementara itu, Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah menyatakan FGD ini menjadi langkah penting membangun ekosistem pembiayaan ekonomi karbon yang kredibel, bankable, dan dapat diterapkan bagi masyarakat. (*)