BANDAR LAMPUN DIFa TV – Pemirsa, salam hangat untuk anda. Kami hadir kembali dalam Program Berita DIFa TV Lampung dengan Informasi terbaru dari SMPN 14 Bandar Lampung.
Lingkungan di sekitar kawasan SMP Negeri 14 Bandar Lampung kini memasuki babak baru dalam penanganan isu lingkungan hidup. Guna mengatasi permasalahan pencemaran air dan limbah domestik di saluran drainase serta sungai sekitar sekolah, SMPN 14 Bandar Lampung secara resmi meluncurkan gerakan sains ramah lingkungan bertajuk GENTALA (Gerakan Teknologi Alami Lestarikan Alam).
Langkah strategis ini kian diperkuat melalui penandatanganan Kerja Sama (Memorandum of Understanding) antara Kepala SMPN 14 Bandar Lampung, Wasiat, S.Pd., M.Pd., dengan Yayasan YSC Indonesia di Bandar Lampung. Kemitraan ini menjadi pijakan penting dalam menghadirkan pendampingan teknis, riset lingkungan berbasis kearifan lokal, hingga perluasan jejaring inovasi daerah.
Inovasi yang diinisiasi oleh guru SMPN 14 Bandar Lampung, Dian Atika, S.Si., Gr., lahir dari keprihatinan atas kondisi air di sekitar lingkungan sekolah serta pola pembelajaran sains yang selama ini cenderung teoritis. Melalui GENTALA, pembelajaran diubah menjadi aksi nyata berbasis Project-Based Learning (PjBL) yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan murid (Student Agency).
Proyek GENTALA mengajak para peserta didik kelas 7 bertindak sebagai “Detektif Lingkungan”. Dalam praktiknya, murid merancang dan merakit alat filtrasi air non-digital menggunakan rekayasa bahan-bahan alami lokal, seperti arang sekam, biji kelor, dan sabut kelapa.
Menariknya, proses pengolahan dan riset bahan alami ini memadukan pemanfaatan teknologi modern. Para murid memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI Gemini) sebagai asisten riset digital untuk memvalidasi fungsi media filter, mendokumentasikan temuan lewat Jurnal “Audit Nyawa Air”, serta melakukan uji coba fisik secara langsung.
Proses pembelajaran dirancang melalui alur 4 Minggu: Temukan, Bayangkan, Lakukan, dan Bagikan. Pada tahap Lakukan, murid menguji coba alat filtrasi pada sampel air tercemar. Jika hasil awal belum jernih, murid dilatih melakukan proses iterasi—yaitu memperbaiki komposisi dan urutan bahan alami—hingga air mencapai indikator kejernihan dan kelayakan yang ditargetkan.
Program yang telah diujicobakan sejak Mei–Juni 2024 dan diterapkan secara penuh mulai 15 Juli 2024 ini kini secara konsisten dijalankan di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Teuku Cik Ditiro, Beringin Jaya, Kemiling, Bandar Lampung.
Selain menghasilkan prototipe alat filtrasi air alami yang teruji menurunkan bau dan warna air, GENTALA juga melahirkan panduan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta aksi sosial berupa kampanye edukatif “Janji Penjaga Air” yang disebarluaskan melalui media sosial dan pameran sekolah.
Melalui kolaborasi bersama Yayasan YSC Indonesia yang berlangsung hingga pertengahan 2026, SMPN 14 Bandar Lampung berharap inovasi GENTALA tidak hanya mencetak generasi muda yang kritis dan peduli lingkungan, tetapi juga dapat mereplikasi teknologi filtrasi murah dan tepat guna ini agar bermanfaat bagi masyarakat luas. DIFa TV Lampung Melaporkan. (*)







