INFORMASI
DIFa TV Terbit Sejak 1 Agustus 2004 - DIFa TV Merupakan Media Siber Online dan Koran Cetak. Kantor Redaksi DIFA TV Berada Di Jalan Sultan Agung, Gang Perdana Jaya, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Lampung.
Berita  

Kunjungi Museum Transmigrasi, Ketum Bela Budaya Ajak Masyarakat Mengenang Perjuangan Leluhur

Pesawaran : Ketua Umum Bela Budaya Nusantara, Mulyono, mengunjungi Museum Transmigrasi yang berada di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Kamis (6/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung jejak sejarah transmigrasi yang menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan di Provinsi Lampung.

Di sela kunjungannya, Mulyono mengatakan Museum Transmigrasi merupakan pengingat bagi masyarakat tentang bagaimana proses masuknya warga dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera, khususnya ke Desa Bagelen, yang menjadi salah satu lokasi awal transmigrasi di Lampung.

Menurutnya, berbagai koleksi yang tersimpan di museum menjadi bukti nyata perjuangan para leluhur dalam membuka kawasan yang saat itu masih berupa hutan.

“Salah satu benda bersejarah yang masih dapat dilihat adalah bola besi yang dahulu digunakan untuk merobohkan hutan. Dari perjuangan itulah masyarakat mulai membuka lahan untuk organisasi, membangun kehidupan, dan menciptakan peradaban yang hingga kini terus kita pertahankan,” kata Mulyono.

Ia menilai semangat dan kegigihan para transmigran menjadi warisan berharga yang patut dikenang oleh generasi masa kini.

Oleh karena itu, Mulyono mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengunjungi Museum Transmigrasi agar lebih mengenal sejarah perjuangan para pendahulunya.

“Perjuangan membangun bangsa ini sudah dimulai sejak ratusan tahun yang lalu. Museum Transmigrasi menjadi saksi sejarah yang harus kita jaga bersama agar nilai-nilai perjuangan para leluhur tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Mulyono berharap Museum Transmigrasi terus mendapat perhatian sebagai pusat edukasi sejarah sekaligus destinasi wisata budaya. Menurutnya, keberadaan museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda tentang perjalanan panjang program transmigrasi di Indonesia.

Museum Transmigrasi di Desa Bagelen merupakan satu-satunya Museum Ketransmigrasian di Indonesia. Museum ini dibangun di atas lahan sekitar 6,3 hektar dan menyimpan berbagai koleksi sejarah kolonisasi serta transmigrasi, termasuk bola besi raksasa peninggalan era kolonial Belanda yang dahulu digunakan untuk merobohkan pohon-pohon besar saat pembukaan hutan untuk organisasi. Museum ini didirikan sebagai upaya melestarikan jejak sejarah program transmigrasi yang dimulai di Lampung sejak tahun 1905.