INFORMASI
DIFa TV Terbit Sejak 1 Agustus 2004 - DIFa TV Merupakan Media Siber Online dan Koran Cetak. Kantor Redaksi DIFA TV Berada Di Jalan Sultan Agung, Gang Perdana Jaya, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Lampung.
Blog  

​Peringati Hari Jadi 8 dan HUT TVRI, Masyarakat Lampung Tengah Rajut Persatuan Pasca-Pemilu Lewat “Ruwat Bumi Nusantara 2026”

​LAMPUNG TENGAH DIFa TV – Ratusan warga Kampung Sripurnomo, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, menggelar perhelatan budaya berskala besar bertajuk “Ruwat Bumi Nusantara 2026” di sepanjang Jalan Merdeka. Acara yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (11–12 Juli 2026) ini, digelar sebagai momentum mempererat persatuan bangsa sekaligus ruang refleksi sosial-spiritual pasca-kontestasi politik.

​Mengusung tema “Satu Doa Untuk Bumi Pertiwi, Satu Rasa Untuk NKRI”, kegiatan swadaya masyarakat ini disinergikan dengan dua momen besar, yaitu Hari Jadi Kabupaten Lampung Tengah ke-80 dan HUT LPP TVRI Stasiun Lampung ke-35 yang jatuh tepat pada 12 Juli 2026.
​Ketua Panitia Pelaksana Ruwat Bumi Nusantara 2026 menyampaikan bahwa tradisi ruwat bumi tahun ini sengaja dikemas secara komprehensif agar tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga instrumen perekat sosial.

​”Di tengah kedinamisan situasi sosial dan politik pasca-pemilu, masyarakat rentan mengalami polarisasi. Melalui doa lintas agama dan prosesi Kembul Bujana (kenduri warga), kami ingin membasuh sekat perbedaan tersebut. Hari ini, seluruh elemen masyarakat duduk bersila di meja yang sama demi keutuhan NKRI,” ujarnya di lokasi kegiatan, Sabtu (11/7/2026).

​Rangkaian acara Ruwat Bumi Nusantara 2026 mengombinasikan tiga pilar utama, yakni Spiritual-Kebudayaan, Edukasi-Kebangsaan, dan Aksi Sosial.
​Pada pilar kebudayaan, masyarakat disuguhkan pagelaran Kuda Kepang dan Wayang Kulit oleh Sanggar Seni Putro Wahyu Aji sebagai upaya mengenalkan filosofi adiluhung kepada generasi muda. Selain itu, diselenggarakan pula Dialog Kebangsaan & Ekologi yang mempertemukan tokoh adat, tokoh agama, dan aktivis lingkungan guna membahas peran budaya dalam menjaga persatuan dan kelestarian alam.

​Tidak hanya merawat aspek spiritual dan budaya, acara ini juga menghadirkan dampak nyata bagi sektor kesehatan dan ekonomi akar rumput melalui aksi sosial yang masif.

​Pihak panitia berkolaborasi dengan berbagai instansi strategis untuk menghadirkan pelayanan gratis dan bantuan langsung bagi sekitar 1.000 warga yang hadir. Di antaranya adalah aksi donor darah bersama PMI Provinsi Lampung, cek kesehatan gratis oleh UPTD Puskesmas Poncowarno, serta khitanan massal gratis.

​Sementara untuk meringankan beban ekonomi warga di tengah tantangan global, Badan Pangan Nasional (Bapanas) Provinsi Lampung bersama BAZNAS Lampung Tengah turut memfasilitasi gelaran Pasar Murah (Bazar Pangan) serta penyaluran santunan bagi masyarakat yang membutuhkan.

​Melalui sinergi multi-pihak yang didukung penuh oleh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah, aparat keamanan TNI/Polri, serta kemitraan media siber Sinarlampung.co dan Sinarindonesia.id, Ruwat Bumi Nusantara 2026 diharapkan dapat menjadi pemantik semangat gotong royong (silih asih, asah, dan asuh) yang menginspirasi daerah lain di Indonesia.
​TENTANG PANITIA RUWAT BUMI NUSANTARA 2026:

Ruwat Bumi Nusantara 2026 adalah gerakan kebudayaan dan sosial yang diinisiasi secara swadaya oleh masyarakat Kampung Sripurnomo, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah. Gerakan ini berfokus pada pelestarian tradisi lokal, penguatan toleransi lintas agama, dan peningkatan kesejahteraan sosial melalui kolaborasi aktif bersama pemerintah, lembaga negara, dan sektor swasta. DIFa TV Lampung melaporkan. (*)