INFORMASI
DIFa TV Terbit Sejak 1 Agustus 2004 - DIFa TV Merupakan Media Siber Online dan Koran Cetak. Kantor Redaksi DIFA TV Berada Di Jalan Sultan Agung, Gang Perdana Jaya, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Lampung.
Blog  

MUSIBAH ASAP DALAM PANDANGAN AGAMA: PERINGATAN BAGI UMAT MANUSIA DI SELURUH DUNIA

Oleh : Hi. Barusman
Editor: Redaksi DIFa TV Lampung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kehidupan kepada kita, melimpahkan nikmat udara untuk bernapas, air untuk kehidupan, serta bumi yang menjadi tempat manusia menjalankan amanah sebagai khalifah.

Saudaraku kaum muslimin dan seluruh umat manusia yang dirahmati Allah.

Ketika udara yang kita hirup berubah menjadi asap, ketika langit tertutup kabut, ketika anak-anak, orang tua, dan masyarakat harus berjuang menghirup udara bersih, sesungguhnya kita sedang dihadapkan pada persoalan yang tidak boleh dianggap sepele.

Musibah asap, terutama akibat kebakaran hutan dan lahan, bukan hanya persoalan lingkungan. Ini juga persoalan kemanusiaan, tanggung jawab moral, dan hubungan manusia dengan alam ciptaan Allah SWT.

Kerusakan bumi menjadi peringatan

Allah SWT telah mengingatkan manusia dalam Al-Qur’an, Surah Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ

Artinya:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia…” (QS. Ar-Rum: 41).

Ayat ini mengajak kita merenungkan bahwa tindakan manusia dapat menimbulkan kerusakan yang akhirnya dirasakan oleh manusia sendiri.

Apabila hutan dibakar, pepohonan musnah, hewan kehilangan habitat, udara tercemar, dan kesehatan masyarakat terancam, maka kita harus berani mengevaluasi perilaku kita terhadap alam.

Namun, kita juga harus berhati-hati. Tidak setiap musibah dapat dipastikan sebagai azab Allah. Musibah bisa menjadi ujian, peringatan, atau akibat dari sebab-sebab alamiah maupun tindakan manusia. Yang terpenting adalah mengambil pelajaran dan memperbaiki keadaan.

Jangan merusak alam demi kepentingan sesaat

Saudaraku yang berbahagia.

Agama mengajarkan bahwa bumi bukan milik manusia untuk dirusak sesuka hati. Alam adalah amanah yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, siapa pun yang sengaja membakar hutan dan lahan hingga membahayakan kehidupan orang banyak harus menyadari besarnya tanggung jawab moral dan hukum atas perbuatannya.

Begitu pula para pemimpin, pemilik usaha, dan seluruh masyarakat. Jangan sampai keuntungan sesaat mengorbankan kesehatan, keselamatan, serta masa depan jutaan manusia.

Jangan pula kita hanya menyalahkan orang lain. Mari bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kita menjaga lingkungan? Sudahkah kita mencegah pembakaran lahan? Sudahkah kita peduli terhadap sesama yang menjadi korban?

Asap tidak mengenal batas negara

Musibah asap mengajarkan bahwa udara bersih adalah kebutuhan seluruh umat manusia. Asap yang berasal dari suatu wilayah dapat terbawa angin dan mengganggu masyarakat di wilayah lain, bahkan melintasi batas negara.

Karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya urusan satu daerah atau satu bangsa. Ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat manusia.

Agama mengajarkan kasih sayang, kepedulian, dan larangan mencelakakan sesama. Maka, menjaga hutan, menghentikan pembakaran yang merusak, memulihkan lahan, dan melindungi masyarakat dari bahaya asap merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kehidupan.

Jangan menunggu bencana semakin besar baru kita sadar. Jangan menunggu orang jatuh sakit baru kita peduli. Jangan menunggu hutan habis terbakar baru kita menyesal.

Mari bertobat dan memperbaiki keadaan

Saudaraku sekalian.

Jika musibah asap menjadi akibat dari kesalahan manusia, maka jalan keluarnya bukan sekadar mengeluh atau saling menyalahkan. Kita harus berani bertobat, memperbaiki perilaku, menegakkan aturan, dan menjaga alam dengan sungguh-sungguh.

Bagi mereka yang pernah merusak lingkungan, berhentilah dan perbaikilah kerusakan yang telah terjadi. Bagi pemerintah, tegakkan hukum dengan ail. Bagi masyarakat, tumbuhkan kepedulian dan jangan melakukan pembakaran yang membahayakan orang lain.

TAUSIAH DIFa TV LAMPUNG

MUSIBAH ASAP DALAM PANDANGAN AGAMA: PERINGATAN BAGI UMAT8 MANUSIA DI SELURUH DUNIA

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kehidupan kepada kita, melimpahkan nikmat udara untuk bernapas, air untuk kehidupan, serta bumi yang menjadi tempat manusia menjalankan amanah sebagai khalifah.

Saudaraku kaum muslimin dan seluruh umat manusia yang dirahmati Allah.

Ketika udara yang kita hirup berubah menjadi asap, ketika langit tertutup kabut, ketika anak-anak, orang tua, dan masyarakat harus berjuang menghirup udara bersih, sesungguhnya kita sedang dihadapkan pada persoalan yang tidak boleh dianggap sepele.

Musibah asap, terutama akibat kebakaran hutan dan lahan, bukan hanya persoalan lingkungan. Ini juga persoalan kemanusiaan, tanggung jawab moral, dan hubungan manusia dengan alam ciptaan Allah SWT.

Kerusakan bumi menjadi peringatan

Allah SWT telah mengingatkan manusia dalam Al-Qur’an, Surah Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ

Artinya:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia…” (QS. Ar-Rum: 41).

Ayat ini mengajak kita merenungkan bahwa tindakan manusia dapat menimbulkan kerusakan yang akhirnya dirasakan oleh manusia sendiri.

Apabila hutan dibakar, pepohonan musnah, hewan kehilangan habitat, udara tercemar, dan kesehatan masyarakat terancam, maka kita harus berani mengevaluasi perilaku kita terhadap alam.

Namun, kita juga harus berhati-hati. Tidak setiap musibah dapat dipastikan sebagai azab Allah. Musibah bisa menjadi ujian, peringatan, atau akibat dari sebab-sebab alamiah maupun tindakan manusia. Yang terpenting adalah mengambil pelajaran dan memperbaiki keadaan.

Jangan merusak alam demi kepentingan sesaat

Saudaraku yang berbahagia.

Agama mengajarkan bahwa bumi bukan milik manusia untuk dirusak sesuka hati. Alam adalah amanah yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, siapa pun yang sengaja membakar hutan dan lahan hingga membahayakan kehidupan orang banyak harus menyadari besarnya tanggung jawab moral dan hukum atas perbuatannya.

Begitu pula para pemimpin, pemilik usaha, dan seluruh masyarakat. Jangan sampai keuntungan sesaat mengorbankan kesehatan, keselamatan, serta masa depan jutaan manusia.

Jangan pula kita hanya menyalahkan orang lain. Mari bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kita menjaga lingkungan? Sudahkah kita mencegah pembakaran lahan? Sudahkah kita peduli terhadap sesama yang menjadi korban?

Asap tidak mengenal batas negara

Musibah asap mengajarkan bahwa udara bersih adalah kebutuhan seluruh umat manusia. Asap yang berasal dari suatu wilayah dapat terbawa angin dan mengganggu masyarakat di wilayah lain, bahkan melintasi batas negara.

Karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya urusan satu daerah atau satu bangsa. Ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat manusia.

Agama mengajarkan kasih sayang, kepedulian, dan larangan mencelakakan sesama. Maka, menjaga hutan, menghentikan pembakaran yang merusak, memulihkan lahan, dan melindungi masyarakat dari bahaya asap merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kehidupan.

Jangan menunggu bencana semakin besar baru kita sadar. Jangan menunggu orang jatuh sakit baru kita peduli. Jangan menunggu hutan habis terbakar baru kita menyesal.

Mari bertobat dan memperbaiki keadaan

Saudaraku sekalian.

Jika musibah asap menjadi akibat dari kesalahan manusia, maka jalan keluarnya bukan sekadar mengeluh atau saling menyalahkan. Kita harus berani bertobat, memperbaiki perilaku, menegakkan aturan, dan menjaga alam dengan sungguh-sungguh.

Bagi mereka yang pernah merusak lingkungan, berhentilah dan perbaikilah kerusakan yang telah terjadi. Bagi pemerintah, tegakkan hukum dengan adil. Bagi masyarakat, tumbuhkan kepedulian dan jangan melakukan pembakaran yang membahayakan orang lain.

Semoga Allah SWT memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak asap, memberikan kesadaran kepada mereka yang merusak lingkungan, serta membimbing para pemimpin agar amanah dalam menjaga bumi.

Ingatlah, saudaraku: udara bersih adalah nikmat, alam adalah amanah, dan menjaga kehidupan adalah tanggung jawab kita bersama.

Semoga setiap musibah menjadi pelajaran, setiap kesalahan menjadi pintu pertobatan, dan setiap usaha memperbaiki lingkungan menjadi amal kebaikan di sisi Allah SWT.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Redaksi DIFa TV Lampung

Tabik Pun!