Oleh : Dr. Ustadz. Muhammad Irfan, S.H.I., M.
Editor: Redaksi DIFa TV
Islam adalah agama yang Rahmatan Lil ’Alamin, tentu memahami Rahmatan Lil ’Alamin tidak hanya sebatas kepada sifat agama Islam itu sendiri yaitu damai, tenteram, adil dan sebagainya tetapi Rahmatan Lil ’Alamin adalah pesan secara tersirat bahwa perbuatan yang baik Islam hadir dan mendukung sehingga Islam tidak alergi dengannya.
Islam adalah agama yang menitikberatkan kepada pola kehidupan yang seimbang antara jismani dan ruhani antara syari’at dan hakikat, antara dunia dan akhirat. Maka Islam tidak membenarkan jika hidup hanya tertumpu kepada salahsatu saja. Ibarat kaki yang berjalan dia akan jatuh jika salah satu kakinya patah.
Agar mencapai kesimbangan tersebut maka Islam menganjurkan untuk berolahraga, bukan hanya sebatas opini atau pendapat saja tetapi hal ini didukung dengan firman Allah dalam QS. At-Tin : 4 yang artinya “sesungguhnya kami telah menciptkan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. QS. Al-Infithar : 2 artinya “yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seimbang“
Berangkat dari ayat tersebut maka keseimbangan tubuh harus dicapai, bagaimana mungkin akan khusuk dalam beribadah jika jismaninya sakit, bagaimana mungkin shalat akan kuat jika badannya lemah sementara jalan untuk mencapai badan yang sehat perlu banyak bergerak, bergerak itulah yang disebut dengan olahraga. Maka olahraga dalam Islam sangat dianjurkan bahkan sunnah hukumnya. (*)







