Lampung Timur : Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Taman Randu Mas, Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (15/7/2026), tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dengan tokoh adat dan pegiat budaya. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Bela Budaya Nusantara, Mulyono, turut memperkenalkan falsafah hidup masyarakat Lampung, yakni Piil Pesenggiri, sebagai warisan budaya yang hingga kini masih menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat.
Di hadapan Wakil Presiden, Mulyono menjelaskan bahwa Piil Pesenggiri bukan sekadar simbol kebanggaan masyarakat Lampung, melainkan sebuah falsafah yang mengajarkan pentingnya menjaga kehormatan diri, menghormati sesama, menjunjung sikap ramah, mampu hidup berdampingan dalam keberagaman, serta mengedepankan semangat gotong royong.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi identitas yang terus diwariskan dari generasi ke generasi melalui empat pilar utama, yaitu Juluk Adok, Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, dan Sakai Sambayan. Keempat nilai itu mengajarkan tanggung jawab moral, keramahan terhadap tamu, kemampuan berbaur dalam kehidupan bermasyarakat, serta semangat saling membantu demi kepentingan bersama.
Mulyono berharap falsafah Piil Pesenggiri tidak hanya dikenal oleh masyarakat Lampung, tetapi juga dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat karakter bangsa di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi agar generasi muda tetap memiliki jati diri yang kuat.
Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungannya mengapresiasi upaya para pegiat budaya yang terus menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. Ia menegaskan bahwa budaya merupakan identitas bangsa yang harus diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.







