INFORMASI
DIFa TV Terbit Sejak 1 Agustus 2004 - DIFa TV Merupakan Media Siber Online dan Koran Cetak. Kantor Redaksi DIFA TV Berada Di Jalan Sultan Agung, Gang Perdana Jaya, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Lampung.
Blog  

INTISARI MENAFIKAN KEAKUAN DIRI PERSPEKTIF TASAWWUF.

Oleh : Dr. Ustadz. Muhammad Irfan, S.H.I., M. Sy

Firman Allah Swt

“يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلْفُقَرَآءُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ”

“Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15)

Ayat lain ;
قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al-An’am : 162)

Menafikan (Menghilangkan) “Keakuan diri” (atau ego) merupakan tahap untuk sampai menuju Allah.

Definisi menghilangkan “Keakuan diri” pada tahapan Syariat, Thoriqot, Hakiqat, dan Ma’rifat:

Syariat: Pada tahap syariat, menghilangkan “keakuan diri” berarti menyingkirkan sifat-sifat buruk yang berkaitan dengan ego, seperti kesombongan, keangkuhan, dan dorongan untuk mengendalikan orang lain. Pada fase ini, seseorang berupaya menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, sekaligus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih taat. Dalam tahap ini, “Keakuan diri” dihilangkan dengan cara mematuhi aturan-aturan syariat dan berusaha untuk menjadi lebih baik dalam menjalankan ibadah dan akhlak.

Thoriqot: Pada tahap thariqot, menghilangkan “keakuan diri” berarti menanggalkan keinginan mencapai tujuan spiritual yang masih dipengaruhi ego, seperti hasrat untuk menjadi lebih baik atau lebih suci. Pada fase ini, seseorang berusaha menyucikan hati serta membersihkan diri dari sifat-sifat buruk yang berkaitan dengan ego..ditingkat ini “Keakuan diri” dihilangkan dengan cara membersihkan hati dan menghilangkan keinginan-keinginan yang terkait dengan ego, sehingga seseorang dapat mencapai keadaan yang lebih murni dan lebih ikhlas.

Hakiqat: sementara diwilayah Hakiqat, menghilangkan “Keakuan diri” berarti menghilangkan kesadaran akan diri sendiri sebagai entitas yang terpisah dari Allah SWT. Pada tahap ini, seseorang telah mencapai kesadaran bahwa dirinya tidak ada, dan hanya Allah SWT yang ada. Metode menghilangkannya dengan cara mencapai kesadaran bahwa diri sendiri tidak ada, dan hanya Allah SWT yang ada, sehingga seseorang dapat mencapai keadaan yang lebih tinggi dan lebih mendalam.

Ma’rifat: Adapun dimaqam Ma’rifat, menghilangkan “Keakuan diri” berarti menghilangkan kesadaran akan diri sendiri sebagai entitas yang terpisah dari Allah SWT, sehingga tiada yang lain yang ada hanya Allah. Tiada yang kuasa yang kuasa hanyalah Allah, tiada berilmu yang berilmu hanyalah Allah dan seterusnya.