INFORMASI
DIFa TV Terbit Sejak 1 Agustus 2004 - DIFa TV Merupakan Media Siber Online dan Koran Cetak. Kantor Redaksi DIFA TV Berada Di Jalan Sultan Agung, Gang Perdana Jaya, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Lampung.

Duka Menyelimuti Pers Lampung, Tokoh Pers Senior Syamsul Bahri Nasution Tutup Usia

Difatv.com, Bandarlampung – Dunia pers Provinsi Lampung kembali diselimuti awan duka. Tokoh pers senior sekaligus Pemimpin Redaksi Lampung TV (LTV), Syamsul Bahri Nasution, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (15/2/2026) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Kabar kepergian sosok yang dikenal humble ini mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, almarhum diketahui masih beraktivitas seperti biasa tanpa menunjukkan tanda-tanda sakit.

Bahkan, hingga Sabtu 14 Februari 2026, Bang Syamsul panggilan akrabnya, terpantau masih aktif di media sosial dengan membagikan sejumlah karya jurnalistik mengenai infrastruktur di Probolinggo.

Almarhum sempat dilarikan ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo sebelum akhirnya dinyatakan mengembuskan napas terakhir. Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Komplek Terminal Rajabasa, Bandar Lampung.

Jejak Langkah Sang Mentor

Syamsul Bahri Nasution bukan nama asing di jagat media dan wartawan di Lampung. Dedikasinya pada profesi wartawan telah terbentang selama puluhan tahun. Tercatat, ia merupakan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sejak Agustus 1984.

Beberapa posisi strategis yang pernah diemban almarhum antara lain, pemimpin Redaksi Lampung TV (LTV). Mantan Redaktur Pelaksana dan Manajer Lampung Post (1990–1999). Pemimpin Redaksi Trans Sumatera (1999-2002), Manajer di MNC Group (2008–2011).

Pesan Terakhir untuk Wartawan Muda

Di masa hidupnya, Bang Syamsul dikenal sebagai mentor yang tidak pelit berbagi ilmu. Dalam berbagai kesempatan, ia selalu menekankan tiga prinsip utama bagi wartawan dalam mengolah berita:

Kreativitas Judul, Ia berpesan agar wartawan tidak membuat judul yang membosankan atau membuat pembaca jenuh (“muntah”). Judul harus menarik namun tetap beretika.

Sudut Pandang (Angle) dan Etika: dia selalu mengingatkan memilih angle yang tepat dan selalu mengedepankan asas praduga tak bersalah, terutama pada berita yang berkaitan dengan hukum.

Lalu tentang ketelitian dan Profesionalisme: Wartawan harus jeli dan tidak terburu-buru dalam menghakimi atau memvonis suatu permasalahan di dalam berita utama.

“Wartawan itu harus jeli, teliti, dan profesional,” begitulah pesan yang sering ia sampaikan kepada para juniornya.

Cita-cita terakhir ingin mendirikan sekolah jurnalistik, yang proses pembangunan gedung masih terhenti.

Selamat jalan, Bang Syamsul. Dedikasi dan ilmu yang telah dibagikan akan terus hidup dalam nadi pers Lampung. (Red)