OPINI
Oleh: Majid Lintang *)
ALEX Nurdin bukan sekadar mantan gubernur dua periode, melainkan arsitek pembangunan modern Sumatera Selatan. Di bawah kepemimpinannya, wajah provinsi ini berubah secara nyata—dari daerah yang bertumpu pada potensi lama menjadi wilayah dengan infrastruktur maju dan daya saing nasional.
Prestasi paling menonjol adalah keberhasilan pembangunan infrastruktur strategis yang selama puluhan tahun hanya menjadi wacana. Jembatan Musi IV dan Musi VI, Light Rail Transit (LRT) Palembang sebagai yang pertama di luar Pulau Jawa, serta pengembangan jalan dan akses transportasi regional menjadi bukti keberanian visi kepemimpinan Alex Nurdin. Infrastruktur tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan pemerataan pembangunan antarwilayah.
Di era kepemimpinannya pula, Sumatera Selatan sukses menjadi tuan rumah berbagai ajang besar berskala nasional dan internasional, termasuk Asian Games 2018. Keberhasilan ini mengangkat nama Sumatera Selatan ke panggung dunia, mempercepat pembangunan fasilitas olahraga, pariwisata, dan perkotaan, serta menciptakan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Tidak banyak daerah yang mampu membuktikan kesiapan, keberanian, dan kapasitas manajerial seperti yang ditunjukkan Sumatera Selatan saat itu.
Selain infrastruktur dan event besar, Alex Nurdin juga mendorong pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan tata kelola pemerintahan. Program peningkatan layanan publik, perhatian pada daerah pinggiran, serta upaya mempercepat investasi menunjukkan orientasi kepemimpinan yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat luas, bukan kepentingan pribadi.
Dalam menghadapi persoalan hukum yang kemudian muncul, penting untuk menempatkan Alex Nurdin dalam konteks prestasi dan kompleksitas kepemimpinan. Mengelola pembangunan besar melibatkan banyak institusi, kontraktor, dan mekanisme birokrasi. Tidak adil jika seluruh beban kesalahan sistemik atau teknis dilekatkan pada satu sosok, tanpa menimbang niat, peran, dan kontribusi nyata yang telah diberikan.
Pembelaan ini menegaskan bahwa Alex Nurdin adalah pemimpin yang bekerja dengan visi besar dan keberanian mengambil risiko demi kemajuan daerah. Jika hukum harus berjalan, maka biarlah ia berjalan secara adil, objektif, dan proporsional—tanpa menghapus jejak pengabdian dan prestasi pembangunan yang telah membawa Sumatera Selatan melangkah jauh ke depan.
Sejarah pembangunan Sumatera Selatan mencatat bahwa banyak fondasi kemajuan hari ini lahir dari keputusan dan kepemimpinan Alex Nurdin. Menilai seorang pemimpin secara utuh berarti melihat tidak hanya satu peristiwa, tetapi seluruh perjalanan, karya, dan dampak yang ditinggalkannya bagi rakyat.
BEBASKAN ALEX NURDIN
*) Mantan Redaktur “Lampung Post”







